KULTUR JARINGAN KELAPA SAWIT
Perbanyakan bahan tanam kelapa sawit melalui budidaya
jaringan diadopsi dari IRHO, Perancis dengan beberapa modifikasi sehingga dapat
menghasilkan klon yang berkualitas. Teknik perbanyakan klon yang dilakukan oleh PPKS melalui tahapan
(1) penentuan eksplan/ortet, (2) persiapan media, (3) penanaman dan sub kultur
(pemindahan ke media baru), dan (4) aklimatisasi.
1.
Penentuan Eksplan/
Ortet
Ortet
atau daun muda (dalam bahasa Jawa
disebut umbut) merupakan material/eksplan dalam budidaya jaringan kelapa sawit. Ortet diambil
dari Tenera (D x P) terbaik yang telah diseleksi oleh Divisi BRD dan
diobservasi/diamati selama ± 10
tahun (Gambar 11.). Tanaman yang digunakan sebagai sumber
eksplan memiliki keunggulan baik dari karakter
generatif, vegetatif, maupun karakter
lainnya.


(a)
(b)
Gambar 11.
Proses pengambilan ortet kelapa
Ortet tanaman
kelapa sawit (a) Jaringan daun muda/ pupus (b)
Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Pengambilan
sumber eksplan berupa daun muda dari
ortet dapat lebih dari satu
kali, karena ortet
tersebut tidak mati. Keunggulan
penggunaan daun muda sebagai eksplan yaitu dapat diperoleh banyak potongan
eksplan dari satu tanaman, eksplannya steril karena masih terbungkus pelepah
daun, dan waktu penumbuhan kalus tidak terlalu lama. Saat
ini sumber eksplan yang digunakan tidak hanya terbatas pada penggunaan jaringan daun muda saja,
tetapi dari akar dan bunga. Penggunaan
akar sebagai eksplan jarang digunakan karena tingkat kontaminasinya sangat tinggi
mencapai 90 – 95%, sedangkan penggunaan bunga sebagai eksplan memiliki
kelemahan yaitu butuh waktu yang lama dalam
menumbuhkan kalus, selain itu jumlah eksplan yang dihasilkan juga
sedikit (Ginting dan Fatmawati, 2003).
Ortet yang berasal dari
kebun dibawa ke laboratorium untuk dipotong dan ditanam dalam media. Helai daun yang
digunakan yaitu daun ke -4 sampai -8, dipilih 4 helai daun terbaik dan dipotong
menjadi 25 bagian secara melintang
(Gambar 12.a). Tiap bagiannya diambil 20 lembar
sehingga dihasilkan 2000 eksplan berukuran 1
cm x 1 cm
(Gambar 12.b).


(a)
(b)
Gambar 12. Eksplan yang digunakan dalam kultur kelapa
sawit
Pemotongan eksplan (a) Potongan eksplan yang telah
disterilisasi (b)
Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Sebelum potongan eksplan ditanam
dalam media, eksplan harus
disterilisasi terlebih dahulu dengan
merendam eksplan dalam larutan
Ca-hipoklorit (40 g/l)
selama 10 – 20 menit, kemudian ditiriskan dan dicelupkan kembali dalam larutan
gula (30 g/l)
selama 15 menit (Ginting dan Fatmawati, 2003).
2.
Persiapan Media
Media merupakan faktor terpenting
yang menentukan keberhasilan dalam budidaya
jaringan karena berperan sebagai sumber energi bagi pertumbuhan
dan perkembangan eksplan. Untuk menghasilkan planlet yang siap
diaklimatisasi ke lapangan, eksplan mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan
yang berbeda-beda sehingga membutuhkan
media yang berbeda dalam setiap fasenya. Media yang digunakan dalam budidaya jaringan kelapa
sawit adalah media MS (Murashige and Skoog,
1962) dengan modifikasi dari IRHO, Perancis. Media
tersusun dari berbagai unsur kimia yang terdiri dari unsur makro, mikro,
vitamin, mineral, hormon, dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Media budidaya jaringan kelapa sawit terdiri dari 2 jenis yaitu
media padat dan cair. Berdasarkan fase
pertumbuhan eksplan digunakan 8 jenis media (Tabel 7.) dalam budidaya jaringan
kelapa sawit
Tabel 7. Media
budidaya jaringan kelapa sawit
|
No
|
Jenis media
|
Bentuk media
|
Kegunaan
|
|
1
|
Media 034
|
Padat
|
Pertumbuhan eksplan dan induksi kalus
|
|
2
|
Media 058
|
Padat
|
Pertumbuhan kalus
|
|
3
|
Media 129
|
padat
|
Pertumbuhan embrio
|
|
4
|
Media 144
|
padat
|
Pertumbuhan plantula
|
|
5
|
Media 163
|
Cair
|
Pertumbuhan pupus
|
|
6
|
Media 050
|
Cair
|
Induksi akar
|
|
7
|
Media 143
|
Padat
|
Pertumbuhan akar (semu)
|
|
8
|
Media R
|
Cair
|
perkembangan akar (utuh)
|
Sumber : Pusat
Penelitian Kelapa sawit
Pembuatan media
dalam budidaya jaringan kelapa sawit harus mengikuti standar operasional
pembuatan media dengan tahapan – tahapan yang sistematis. Bahan – bahan kimia (unsur
makro, mikro, vitamin, mineral, hormon, dan ZPT) yang akan digunakan
ditimbang dengan timbangan analitik, kemudian
semua bahan dicampurkan secara berurutan dalam wadah (fiole) dan ditambah aquades dan pH media diatur menjadi 5.
Selanjutnya, media dipanaskan dalam kontainer dandang hingga mendidih, dalam
pembuatan media padat ditambahkan agar (Difto-
Bacto, Gelrite) sedangkan pada media
cair tidak perlu dipanaskan dan ditambah agar. Setelah mendidih media didistribusikan dalam testube atau plakon distributor
media accuramatic 5, kemudian
disterilisasi dalam autoklaf selama 20 menit pada suhu 1200C dan tekanan 0,11
atm.
3.
Penanaman dan pemindahan
/ transfer (sub kultur)
Eksplan yang telah disterilisasi selanjutnya ditanam dalam
media 034 dan disimpan
dalam ruang gelap dengan suhu
270 C dan kelembaban 50-60% untuk menginduksi kalus. Pembentukan kalus merupakan tahapan yang paling penting
dalam budidaya jaringan kelapa sawit. Kalus primer
akan tumbuh dalam waktu ± 6 bulan kemudian kalus dipindah ke media induksi
embrio somatik
menggunakan media 058 dan harus dipindah
ke media baru (sub kultur) setiap 2 bulan agar nutrisi dan hara dalam media tetap tersedia
sehingga pertumbuhan dan perkembangan eksplan tetap berlangsung.
Jika kalus tidak tumbuh dalam waktu 24 bulan maka eksplan
harus segera dimusnahkan.


(a)
(b)
Gambar 13. Eksplan dalam media kultur
Kalus dalam media 058 (a) Embrio dalam media 129 (b)
Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Pertumbuhan kalus dalam media 058 akan
menghasilkan embrio (Gambar 13.a). Selanjutnya
embrio ini ditanam dalam media 129 (Gambar 13.b) agar
berkembang menjadi pupus muda (plantula). Plantula ditanam dalam media 144 (Gambar 14.) agar terbentuk
pupus. Pupus adalah plantula yang akar, batang, dan daunnya sudah terlihat
jelas perbedaannya. Pupus ditanam dalam media 163 (Gambar 15.) hingga tingginya
mencapai 5 cm. Embrio yang tidak menghasilkan pupus muda di pindah ke media induksi pupus
144 atau 129.


Gambar 14.
Plantula dalam media 144
Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Pupus ditanam dalam media induksi
perakaran 050 selama 5 hari. Setelah 5 hari pupus yang telah memiliki akar
dipindah ke media perakaran 143 selama 2 bulan. Pupus yang belum berakar
dipindah ke media perakaran setelah 4 – 6 minggu, pemindahan dapat diulang hingga
pupus memiliki akar primer dan tambahan. Setelah 2 bulan dalam media perakaran
163 pupus dipindah ke
media R (pengerasan) untuk memperkuat akar sebelum diaklimatisasi. Setelah 2
bulan dalam media R pertumbuhan
akar pupus sudah sempurna. Kecambah kelapa
sawit yang telah memiliki akar dan tunas disebut
planlet.

Gambar 15.
Pupus dalam media cair (163)
Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Dalam
proses pemindahan (sub kultur) eksplan ke media baru menggunakan
alat – alat seperti pinset, skalpel, kertas alas,
harus melalui tahap sterilisasi
terlebih dahulu. Sterilisasi
dilakukan yaitu dengan cara mencelupkan alat
tersebut dalam alkohol
kemudian dibakar di api selama beberapa saat hingga alat berwarna kemerahan, lalu alat dapat digunakan
untuk untuk mengambil eksplan,
sedangkan kertas alas
berupa koran/kertas harus disterilisasi juga dengan memasukkan
kertas ke dalam oven sebelum digunakan. Penanaman dan proses pemindahan eksplan ke
media baru (sub kultur) dilakukan di dalam LAFC
(Laminair Air flow Cabinet). Sebelum LAFC digunakan untuk penanaman dan pemindahan eksplan harus
disterilisasi terlebih dahulu dengan
menghidupkan sinar ultraviolet selama beberapa saat dan ketika akan melakukan penanaman dan pemindahan maka
sinar ultraviolet harus dimatikan karena berbahaya bagi kesehatan.
4.
Aklimatisasi
Planlet hasil budidaya jaringan harus
diaklimatisasi terlebih dahulu sebelum ditanam pada media alami pertumbuhan
agar planlet tersebut tidak mati akibat tekanan
lingkungan. Planlet dicuci bersih dengan air sebelum
diaklimatisasi, sebelumnya media aklimatisasi telah dipersiapkan di dalam ruang
screen house. Media tanam yang
digunakan yaitu campuran tanah, pasir,
dan kompos dengan perbandingan 10 : 1 : 3 dalam polybag kecil. Sebelum ditanam, planlet direndam dalam larutan Dithane (2 g/l) agar terhindar dari infeksi jamur. Penanaman
planlet dalam plastik harus diberi sungkup diatasnya agar terhindar dari sinar
matahari secara langsung dalam
waktu ±1 bulan. Pemberian sungkup merupakan proses adaptasi planlet terhadap
lingkungan alami agar planlet tidak mati
karena terkena sinar matahari secara langsung.
Setelah 1 bulan, bibit dipindah ke ramet yaitu tempat penanaman bibit muda
dalam tempat yang ditutupi plastik transparan selama ½ bulan.


(a)
(b) (c)
Gambar 16. Planlet hasil budidaya jaringan kelapa sawit
Planlet siap tanam (a) Planlet yang diberi sungkup (b)
Ramet (c)
Sumber : Pusat
Penelitian Kelapa Sawit
Harrah's Cherokee Casino Resort - MapYRO
BalasHapusHarrah's Cherokee 광명 출장마사지 Casino Resort is 전주 출장마사지 located in North Carolina and is open daily 24 hours. The 문경 출장샵 casino's 238,000 square foot 김천 출장안마 gaming space 오산 출장샵 features