Metode pemuliaan yang digunakan dalam kelapa sawit yaitu metode pemuliaan seleksi berulang timbal balik (Recurrent Resiprocal Selection) dengan mengadakan uji turunan (Progeny test) pada kombinasi-kombinasi persilangan yang dilakukan. Metode seleksi Reciprocal Recurrent Selection (RRS) yang di adopsi dari Institute de Researches Pour les Huiles et Oleageneux (IRHO) pada prinsipnya memperbaiki secara serentak daya gabung (Combining ability) dari Dura yang memiliki cangkang tebal tetapi rendemen minyak sedikit dengan Pisifera yang rendemen minyaknya banyak tetapi tidak memiliki cangkang. Kelapa sawit jenis Dura yang mempunyai alel homozigot dominan (sh+sh+) disilangkan dengan Pisifera yang mempunyai alel homozigot resesif (sh-sh-) sehingga dihasilkan Tenera dengan alel heterozigot (sh+sh-) atau yang biasa disebut D x P. Hibrida yang dihasilkan kemudian ditanam di pengujian progeni (comparative trial/progeny trial) untuk mengevaluasi daya gabungnya dan pada akhirnya akan diperoleh suatu kombinasi hibrida terbaik. Sistem pemuliaan ini merupakan sistem pemuliaan yang paling cocok diterapkan pada kelapa sawit karena rendahnya kemampuan pewarisan sifat tanaman induk terhadap keturunannya.
Pada awalnya tujuan pemuliaan kelapa sawit hanya untuk merakit bahan tanam yang dapat memproduksi minyak yang tinggi, tetapi saat ini berkembang untuk menghasilkan bahan tanam dengan kualitas minyak yang tinggi, tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang (BPB), pertumbuhan meninggi lambat, respon baik terhadap pemupukan, tandan besar, komposisi buah dan minyak tinggi, daya adaptasi luas, dan lain-lain. Varietas unggul kelapa sawit yang telah dihasilkan oleh PPKS antara lain Rispa, Lame, Marihat, Bah Jambi, SP-2, SP-1, Simalungun, Langkat, dan Yangambi. Dalam upaya mengoptimalkan tujuan pemuliaan kelapa sawit di Indonesia, PPKS mengintroduksi populasi bahan tanam dari luar seperti Dura Deli ex IRHO, Tenera/Pisifera Lame, Yangambi, Nifor, Yacoubue, Dami, dan Colombia.
Penggunaan metode pemuliaan RRS dimulai sejak tahun 1973 yang merupakan siklus pertama dan dilanjutkan ke siklus kedua tahun 1986 menghasilkan varietas Langkat, Simalungun, PPKS 540, dan PPKS 718 dan saat ini sedang berlangsung untuk siklus ketiga. Pada siklus ketiga terdapat 25 mating design dan 485 persilangan (D x T/P) yang dilakukan dengan 27 D x D dan 33 T x T/P.
Persilangan yang dilakukan dalam pemuliaan kelapa sawit antara lain D x D, T x T/P, dan D x T/P. Persilangan D x D atau selfing Dura akan menghasilkan 100% Dura, persilangan ini digunakan untuk menyeleksi pohon induk betina dan ditanam dalam bentuk rancangan petak berbaris. Pada persilangan T x T akan dihasilkan 50% Tenera, 25% Dura, dan 25% Pisifera (12,5 % fertil dan 12,5 % infertil) sedangkan pada persilangan T x P akan dihasilkan 50% Tenera dan 50% Pisifera ditanam dalam bentuk rancangan petak berbaris. Pada persilangan D x P atau yang biasa disebut hibrid akan menghasilkan 100% Tenera, sedangkan persilangan D x T menghasilkan 50% Dura dan 50% Tenera. Kebun D x P dan D x T digunakan untuk tujuan percobaan dalam menghasilkan varietas – varietas unggul sesuai tujuan pemuliaan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK).
Tabel 1. Jenis Persilangan Kelapa sawit
| Persilangan | Hasil Persilangan (%) | ||
| Dura | Pisifera | Tenera | |
| D x D | 100 | 0 | 0 |
| D x T | 50 | 50 | 0 |
| D x P | 0 | 100 | 0 |
| T x T | 25 | 50 | 25 |
| T x P | 0 | 50 | 50 |
| P x P | 0 | 0 | 100 |
Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Pemuliaan kelapa sawit menghasilkan pohon induk terpilih yang kemudian akan digunakan sebagai bahan persilangan. Dalam menentukan pohon induk yang baik maka harus memperhatikan 1) pertumbuhan meninggi lambat dan tidak doyong < 80 cm, 2) sudut antara pelepah dan batang tidak sempit sehingga tidak menyulitkan dalam pemanenan tandan, 3) tahan terhadap gangguan hama dan penyakit, saat ini sedang diusahakan untuk merakit bahan tanam kelapa sawit yang tahan terhadap jamur Ganoderma boninense Pat, 4) tidak mempunyai penyakit bawaan dari tetuanya, 5) sifat kemampuan daya gabung umumnya baik, 6) mempunyai jumlah tandan baik dan di atas rata – rata persilangan, 7) susunan tandan, buah, dan analisa minyak yang baik. Untuk menghasilkan bahan tanam D x P (Tenera) yang berkualitas maka dilakukan pemuliaan terhadap Dura sebagai pohon bapak (tetua jantan) dan Pisifera sebagai pohon ibu (tetua betina).
1. Pemuliaan Dura
Dura merupakan jenis kelapa sawit yang digunakan dalam program pemuliaan sebagai pohon induk betina. Ciri-ciri kelapa sawit Dura yaitu persentase mesokarp terhadap buah 30 – 35 %, pada Deli Dura persentasenya dapat mencapai 65%, memiliki ketebalan cangkang 2 – 8 mm dan tidak terdapat serat melingkar di sekelilingnya, biasanya memiliki inti yang besar, serta kadar minyak terhadap tandan rendah yaitu sekitar 17 – 18%.
Tujuan pemuliaan Dura yaitu menyeleksi Dura terbaik untuk bahan tanam unggul dan digunakan dalam rencana seleksi selanjutnya. Peningkatan mutu populasi Dura dilakukan dengan cara menyeleksi pohon-pohon Dura yang memiliki daya gabung umum dan khusus yang baik. Pohon Dura terpilih diperbanyak dengan melakukan silang sendiri (Selfing) atau D x D. Origin Dura yang biasa digunakan sebagai pohon induk yaitu Dura Gunung Bayu, Pabatu (PA), Dolok Sinumbah (DS), Bah Jambi (BJ), Tinjowan (TI), Marihat (MA), Rispa (RS), Dabou (DA), Socfin (LM), dan Dumpy (Dy) (Anonim, 2006).
2. Pemuliaan Pisifera
Pisifera merupakan jenis kelapa sawit yang digunakan sebagai pohon induk jantan atau pohon bapak, dengan ciri – ciri buah tidak bercangkang, inti kecil dan dilingkari serat, kadar mesokarp per buah dan kadar minyak tinggi, dan merupakan betina steril karena sebagian besar tandannya mengalami aborsi. Pisifera terbaik dari kebun seleksi diambil tepung sarinya kemudian digunakan untuk menyerbuki bunga betina Dura.
Origin Pisifera atau Tenera yang biasa digunakan sebagai induk jantan yaitu Dosin (DS), Bah Jambi (BJ), Sungai Pancur (SP), Marihat (MA) yang berasal dari Cameroon, SP 540 T (Yangambi / YA), Lame / LM (Ivory Coast), Nifor (NI), YACOBUET dan DAMI (Risza, 1994).
3. Pemuliaan Tenera
Tenera merupakan jenis kelapa sawit hasil persilangan Dura x Pisifera yang mempunyai cangkang yang tipis dan daging buah (mesokarp) yang tebal sehingga kandungan minyaknya tinggi. Persilangan D x P yang dipilih untuk bahan tanam adalah persilangan yang terbaik secara ekonomis yaitu yang produksi minyak dan inti per hektar tinggi, sifat perkembangan yang cepat, tahan terhadap penyakit, lebar tajuk dan populasi pokok per hektar yang tinggi, serta memiliki komposisi minyak yang tinggi (Gaskon dan Wuidart, 1975 cit., Risza, 1994).
PPKS telah melepas banyak varietas kelapa sawit, diantaranya Sungai Pancur (SP 1), Sungai Pancur (SP 2), Bah Jambi (BJ), Yangambi (YA), Marihat (MA), Langkat, dan Simalungun (SM). D x P Sungai Pancur 1 dilepas dengan SK Menteri Pertanian RI No 384/ Kpts/TP. 204/4/1984 memiliki karakteristik pertumbuhan lambat, produksi dan kandungan minyak tinggi, dan tidak dianjurkan ditanam di daerah curam, sedangkan D x P Sungai Pancur 2 memiliki produksi dan kadar minyak yang tinggi. D x P Bah Jambi (BJ) No 313/Kpts/TP.240/4/1985 memiliki produksi tinggi pada umur muda, minyak per tandan sangat baik, pertumbuhan jagur, dan dianjurkan ditanam pada lahan datar. D x P Yangambi (YA) dengan SK Menteri No. 317/Kpts/TP.240/4/1985 memiliki produksi tandan tinggi, jumlah tandan banyak, ukuran tandan relatif kecil, kandungan minyak per tandan tinggi, cocok ditanam di berbagai daerah. Marihat (MA) dengan SK Menteri No. 314/Kpts/TP.240/4/1985 memiliki Produksi dan kandungan minyak tinggi, mesokarp tebal, ditanam di daerah berlereng. D x P Langkat dengan SK Menteri No. 136/Kpts/TP.240/4/2003 memiliki pertumbuhan relatif jagur, produksi dan kandungan minyak tinggi, cocok ditanam di berbagai areal baik yang datar dan curam. D x P Simalungun (SM) dengan SK Menteri No. 137/Kpts/TP.240/4/2003, memiliki pertumbuhan relatif jagur, produksi dan kandungan minyak tinggi, cocok ditanam di berbagai areal.
Disari dari : Laporan Kerja Lapangan (KL) Pemuliaan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pusat Penelitian Kelapa sawit (PPKS) Marihat, Sumatra Utara. Disusun oleh : Syahfriani (Mahasiswi Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta)
Maaf, koreksi pada tabel hasil persilangan, bukankah D x P hasilnya 100% Tenera?
BalasHapusLucky Day Slots Online | Play with £10 Free + 100 Free Spins
BalasHapusThe Lucky Day slot machine is 태평양 먹튀 a popular slot game by Microgaming. It 카드 게임 종류 is 윈 조이 포커 시세 played 먹튀검증사이트 on a modern 안전사이트 background. You can play for free without registration and